Tanya #2: Perlukah Menghafal Grammar Ketika Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris?

Selamat Malam, Breezers! Dalam postingan kali ini, EB ingin menjawab pertanyaan dari salah satu Breezer yang bernama Pras. Pras bertanya:

 

EB, Apakah ketika berkomunikasi menggunakan bahasa inggris harus hapal dulu grammar? dan gimana cara biar hapal grammar?

 

Hai Pras, sebelumnya salam kenal ya. Pras, grammar atau biasa disebut tata bahasa adalah bagian penting dalam sebuah bahasa. Maka dari itu, jika kita ingin mempelajari sebuah bahasa dan mempraktekkannya dalam komunikasi, tentu kita harus menghafal dan memahami grammar/tata bahasa tersebut. Terlebih lagi jika kita ingin berkomunikasi dalam ruang lingkup yang resmi. Misalnya, kita menghadiri suatu seminar/konferensi/pertemuan internasional yang mewajibkan setiap pesertanya menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Agar pendapat kita tersampaikan dengan baik dan benar ke lawan bicara, segala hal yang kita tulis dan bicarakan haruslah dimengerti oleh mereka. Dengan menggunakan grammar yang baik dan benar, maka ide pun dapat disampaikan dengan jelas.

Lalu, bagaimana cara menghafal grammar? Perlu diingat, dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing, pemahaman, latihan, dan pengaplikasian yang intensif. Pertama-tama, pahamilah unsur-unsur grammar dalam bahasa Inggris. Tidak perlu sekaligus, bisa secara bertahap. Jika sudah memahami, maka menghafal pun akan lebih mudah. Bagaimana caranya agar materi yang sudah dipahami dan dihafalkan tidak terlupakan begitu saja? Jawabannya adalah dengan berlatih mengerjakan soal-soal. Banyak buku grammar bahasa Inggris yang tidak hanya menyediakan teori namun juga latihan soal, seperti buku English Grammar karya Betty Azar.

Nah, setelah memahami, menghafal, dan berlatih, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan materi-materi yang sudah dipelajari dalam komunikasi sehari-hari. Kamu bisa memulainya dengan menulis dan berbicara menggunakan bahasa Inggris. Agar kamu mendapatkan feedback/koreksi, tentu kamu harus berkolaborasi dengan temanmu (atau gurumu). Membaca artikel berbahasa inggris juga bisa membantu kamu mengetahui lebih jauh bagaimana grammar digunakan dalam artikel tersebut. Bila kamu melakukan semua ini secara rutin dan berkelanjutan, kemungkinan besar kemampuan bahasa Inggrismu (termasuk grammar) akan meningkat.

Bagaimana Pras? Semoga penjelasan EB mampu menjawab pertanyaan kamu ya. Selamat belajar!

Salam Hangat,

EB

Advertisements

Tanya #1: Thank God atau Thanks God?

Hello Breezers! Kali ini EB akan menjawab pertanyaan perdana yang masuk di menu ASK EB. Penanya pertama sepertinya wallflower ya karena tidak mencantumkan nama. Tapi itu bukan masalah, EB sangat menghargai privasi Breezers, hehehe…

Ok, pertanyaan pertama datang dari Anonymous (EB panggil Anon saja ya ke depannya), yang bertanya mengenai perbedaan ekspresi Thank God dan Thanks God.

Anon bertanya:

Kak, aku mau tanya, kalo aku mau bilang thank god, yang benar itu thank god atau thanks god ya? aku suka liat di facebook kadang ada yg make thank god. tapi ada juga yang pake thanks god. makasih kak

Pertanyaan yang menarik, Anon! Breezers, mungkin kalian pernah juga melihat ekspresi Thank God dan Thanks God di beberapa media mulai dari medsos, film, buku, artikel online, dsb. Lalu, yang mana yang benar? Thank God atau Thanks God? Atau keduanya benar?

Perhatikan perbandingan antara ekspresi-ekspresi di bawah ini deh.

Thank God    

Thanks God  

Thanks, God    

Penggunaan Thank God dan Thanks, God adalah benar jika diaplikasikan sesuai konteks kalimat. Yup, kedua ekspresi tersebut serupa tapi tak sama dalam pengertiannya. Lho, bisa begitu? Iya begitu. Untuk lebih jelasnya, EB akan memaparkannya secara terpisah deh ya. Simak!

Thank God

Thank God itu kepanjangan dari ekspresi I/we thank God atau Thanks be to God. Padanan ekspresi dalam bahasa Indonesianya adalah syukurlah, puji Tuhan, alhamdulillah,  atau alhamdulillah yah. Nah, ekspresi ini biasanya digunakan ketika kita berbicara kepada diri sendiri atau ke orang lain, bukan saat berdoa atau berbicara kepada Tuhan.

Contoh:

Thank God, I passed the exam. (Alhamdulillah, saya lulus ujian.)

Ardan and I got Chevening scholarship. Thank God, we made it!

Thanks, God

Ya, penulisan yang benar adalah Thanks, God bukan Thanks God. Mengapa demikian? Jika kalian menulis Thanks God, maka maknanya menjadi ambigu: kamu mau bilang kamu bersyukur akan suatu hal kepada orang lain atau kamu mau berdoa kepada Tuhan? Kalau ambigu seperti itu, para pembaca pun jadi ikutan bingung.

Lain halnya dengan Thank God, ekspresi Thanks, God biasa digunakan ketika kita berdoa atau berbicara secara langsung kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur. Ini sama seperti ketika kita mengucapkan terima kasih secara langsung kepada orang lain. Contohnya saja, “Thanks, Jim! I like the dress you sent this morning.” atau “Thanks, Rino.”

Contoh:

Thanks, God, for giving me the warm family.

Thanks, God. You just saved my life.

Nah, begitulah penjelasan mengenai Thank God dan Thanks, God. Keduanya benar jika diaplikasikan dalam konteks kalimat yang tepat. Semoga apa yang disampaikan EB di atas bisa menjawab pertanyaan Anon ya. Buat Breezers lain yang ingin bertanya juga, tulis saja pertanyaan kalian di menu ASK EB ya. Breezers bertanya, EB menjawab! 😉😄

Salam Hangat,

EB

World Class: Pronoun

Apa itu pronoun? Apakah dia masih satu saudara dengan noun? Yup, benar sekali!

Seperti halnya noun dan verb, pronoun tergabung dalam world class atau biasa disebut /kelas kata. Pronoun adalah kata ganti orang/benda dan kepunyaan.  Dalam bahasa Inggris, pronoun dibedakan menjadi dua bagian:

Personal Pronoun

Personal pronoun (kata ganti orang/benda) berfungsi untuk mengganti sebutan seorang/beberapa orang yang sebelumnya sudah disebutkan satu per satu. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat atau paragraf. Yang termasuk personal pronoun dalam bahasa Inggris adalah I, me, she, her, he, him, we, they, them, it.

Contoh:

David meets Anna and then he asks her to come with him to the social club.

Bayangkan jika tidak memakai personal pronoun, maka kalimat tersebut menjadi:

David meets Anna then David asks Anna to come with David to the social club.

Jika seperti itu, apa yang Breezers rasakan? Aneh dan tidak efektif, bukan? Itulah mengapa personal pronoun membantu sekali dalam hal ini.

Possessive Pronoun

Possessive pronoun (kata ganti kepunyaan) fungsinya sama seperti personal pronoun. Jika personal pronoun dimaksudkan untuk mengganti nama seseorang/benda/beberapa orang/beberapa benda, maka possessive pronoun dimaksudkan untuk mengganti sebutan  kepunyaan seseorang. Yang termasuk dalam possessive pronoun adalah mine (punya saya), yours (punya kamu), hers (punya dia), his (punya dia), ours (punya kami/kita), dan theirs (punya mereka).

Contoh:

We brought our DIY project to compete in national DIY competition yesterday. Judges said that ours was the best one among others.

Nah, seperti itulah pronoun dan jenis-jenisnya. Cukup berbeda bukan dengan noun? Jika penjelasan dari EB dirasa belum jelas, Breezers langsung komen saja di kolom yang disediakan ya. Selamat belajar dan berlatih!

Salam Hangat,

EB

Konsep Baru English Breeze

Halo Breezer! Setahun sudah EB absen memposting materi bahasa Inggris dan EB harap Breezers mau memafkan ya 🙏

Sebagai permohonan maaf, di awal tahun 2016 ini English Breeze ingin memberitahukan kabar gembira bahwa EB kini hadir dengan konsep yang baru. Apa itu? Kini kalian dipersilakan untuk bertanya mengenai materi-materi Bahasa Inggris yang belum kalian kuasai. Kalian juga bisa request EB untuk memposting suatu bahasan materi yang menarik minat kalian. Seru, kan? Lalu bagaimana caranya?

Caranya mudah sekali. Breezers hanya perlu mengklik menu ASK EB yang tertera di kolom menu blog ini. Setelah itu, silakan masukkan pertanyaan atau request kalian di kolom komentar yang telah disediakan. Selanjutnya EB akan menjawab pertanyaan dan request yang ada lewat postingan blog agar Breezers lainnya dapat ikut menyimak dan berdiskusi.

Lalu, apakah kini EB hanya akan memposting materi berdasarkan request Breezers saja? Tak perlu khawatir, EB akan tetap memposting materi bahasa Inggris seperti biasanya namun EB lebih memprioritaskan postingan berdasarkan pertanyaan dan request Breezers.

Gimana, tambah semangat belajarnya? EB tunggu ya pertanyaan dan request kalian.

Salam Hangat,

EB

World Class: Noun

Noun adalah kata benda. Apa itu kata benda? Secara mudahnya, kata benda berarti kata yang menunjukkan sebuah benda (termasuk hewan dan tumbuhan), seseorang, dan sebuah ide/kualitas/keadaan (seperti pada kata “ketidakadilan”, “kekayaan”, dan “bahaya”). Jika kita mengenal noun dengan baik, kita akan mampu menempatkan verb yang tepat bagi si noun dalam sebuah kalimat. Mari kita perhatikan contoh di bawah ini.

I am a doctor.

Di kalimat yang pertama, verb yang digunakan adalah auxiliary verb. Mengapa? Karena am di sana berfungsi untuk menerangkan bahwa dia seorang dokter. Namun tidak menutup kemungkinan kita bisa memakai jenis verb yang lain seperti regular verb (call, see, meet) di kalimat tersebut. Ini semua tergantung kita mau menjelaskan kalimat itu seperti apa. Apakah mau menjelaskan bahwa “Saya adalah seorang dokter” atau “Saya bertemu dengan seorang dokter”.

Nah sebelum melangkah lebih jauh ke verb (padahal saya sendiri yang ajak kalian ke topik ini ya, ehehe), marilah kita mengenal jenis-jenis noun. Oxford Grammar mengkategorikan noun menjadi enam jenis: common noun, proper noun, concrete noun, abstract noun, collective noun, dan countable and uncountable noun.

Common Noun

Seperti namanya, common noun adalah kata yang menunjukkan benda, orang, dan ide/keadaan yang umum atau tidak bermakna spesial. Contohnya: cat, teacher, beauty, dan school.

Proper Noun

Bisa dibilang, proper noun ini antonimnya common noun. Proper noun adalah kata benda yang menunjukkan bahwa orang/benda/tempat yang khusus seperti pada nama negara dan kota, nama orang, dan nama tempat terkenal. Biasanya proper noun diawali dengan huruf kapital. Contohnya: Indonesia, Jakarta, Alan, dan National Museum.

Concrete Noun

Concrete noun ini adalah kata benda yang mana benda/orang yang dimaksud adalah nyata: bisa dilihat, bisa disentuh, bisa didengar, biasa dicium, dan bisa dirasa. Pokoknya mereka bisa dirasakan oleh panca indra kita. Contohnya: house, apple, rabbit, dan mother.

Abstract Noun

Yup, abstract noun adalah antonimnya concrete noun. Abstract noun ini mengacu pada gagasan, kualitas, dan keadaan yang mana mereka tidak memiliki kondisi fisik. Contohnya: dream, vision, trouble.

Collective Noun

Kata benda yang termasuk dalam kategori ini adalah mereka yang berbentuk kelompok, baik pada orang maupun pada benda. Contohnya: audience, family, government, team, crew, dan jury. Nah, collective noun ini sifatnya bisa singular (tunggal) atau plural (jamak). Jadi dalam kalimat, dia bisa disandangan dengan singular verb (kata kerja tunggal) atau plural verb (kata kerja jamak). Contohnya bisa kita lihat di bawah ini:

My family goes to Safari Park.

My family go to Safari Park.

Kedua kalimat tersebut benar. Kalimat pertama menggunakan singular verb sedangkan kalimat kedua menggunakan plural verb.

Countable and Uncountable Noun

Countable noun mengacu pada benda-benda yang dapat dihitung sedangkan uncountable noun mengacu pada benda-benda yang tidak bisa dihitung. Countable noun mempunyai bentuk singular dan plural. Contohnya pada kata cat. Bentuk singular dari cat adalah cat sedangkan bentuk pluralnya adalah cats. Hal ini berbeda dengan uncountable noun. UN tidak memiliki bentuk singular maupun plural.

Contoh CN: house/houses, mouse/mice, building/buildings, foot/feet

Contoh UN: beauty, danger, sugar, tea.

Beberapa uncountable noun bisa dijadikan countable noun, namun mereka harus disandangkan dengan sebuah ukuran (measure). Contohnya bisa dilihat pada kata sugar dan tea.

1. I need some sugar.

2. I want two spoons of sugar.

1. He likes tea.

2. He wants a cup of tea.

Di kalimat-kalimat nomor 1, sugar dan tea diperlakukan sebagai uncountable noun sedangkan di kalimat-kalimat nomor 2, sugar dan tea diperlakukan sebagai countable noun karena mereka mempunyai ukuran: two spoons of dan a cup of.

Bagaimana? Mudah bukan membedakan jenis-jenis noun? Jika di antara Breezers ada yang belum paham dan ingin bertanya, kalian bisa menanyakannya di kolom komentar di bawah postingan ini. Selamat belajar!

Salam Hangat,

EB

Kelas Kata Dalam Bahasa Inggris (Word Classes)

Bagaimana pelajaran bunyi konsonan dan bunyi vokal dalam bahasa Inggris di postingan sebelumnya? Semoga Breezers sudah paham dan lancar mengucapkan bunyi-bunyinya dengan baik dan benar ya. Sekarang saatnya mempelajari kelas kata dalam bahasa Inggris yang dikenal dengan istilah word classes atau parts of speech. Kelas kata merupakan bagian dari tata bahasa bahasa Inggris yang wajib hukumnya untuk dipelajari. Mengapa begitu? Hal ini dimaksudkan agar para pelajar mampu membedakan kelas-kelas kata dalam bahasa Inggris dan mampu menempatkannya dalam sebuah klausa dan kalimat dengan baik dan benar. Kalau kita paham mana kata benda, mana kata sifat, mana kata kerja, dan kelas kata yang lain, InshaAllah bahasa Inggris tidak lagi menjadi momok pelajaran yang selalu dikeluhkan. Iyaa, kunci dari mempelajari bahasa Inggris dengan mudah ada pada pemahaman pada kelas katanya. Jadi, siap untuk pedekate dengan kelas kata dalam bahasa Inggris? Here we go!

Kelas Kata Dalam Bahasa Inggris

Pernah menonton drama? Sebuah kalimat diibaratkan seperti drama yang dipertunjukkan di teater. Sebuah drama memiliki aktor-aktor yang akan memainkan berbagai peran dengan baik agar si drama mampu menarik perhatian penonton. Kalimat juga begitu. Ia memiliki kumpulan kata yang memainkan berbagai peran agar si kalimat menjadi bermakna. Dalam sebuah kalimat, kata-kata bermain sesuai perannya atau kelasnya. Karena itulah ada yang namanya kelas kata. Secara umum, kelas kata dalam bahasa Inggris terdiri dari:

  1. noun (kata benda),
  2. verb (kata kerja),
  3. adverb (kata keterangan),
  4. adjective, (kata sifat),
  5. pronoun (kata ganti),
  6. preposition (kata depan),
  7. conjunction (kata penghubung),
  8. determiner (kata penentu), dan
  9. exclamation (kata seru).

Jika Breezers membuka sebuah kamus, kalian akan menemukan kelas kata tersebut tersemat pada setiap kata yang ada. Dengan begitu para pembaca tidak hanya tahu makna kata yang dicarinya tetapi juga tahu peran kata tersebut dalam sebuah kalimat sehingga, seperti yang telah diberitahukan sebelumnya, mereka dapat menempatkannya dengan baik dan benar. Penjelasan lebih lanjut dari masing-masing kelas kata akan diposting di postingan selanjutnya ya. Mereka akan diperkenalkan secara satu per satu biar kalian juga enak pedekatenya, oke? Agar lebih pedekatenya lebih mendalam, saya sarankan kalian menjadikan kamus Oxford atau Cambridge sebagai referensi. Mereka sangat membantu. 😉

Salam Hangat,

EB

Bunyi Konsonan dan Vokal dalam Bahasa Inggris

Oke Breezers, mari kita awali pelajaran Bahasa Inggris kita kali ini dengan mengenal bunyi konsonan dan vokalnya. Mempelajari bunyi konsonan dan vokal adalah pelajaran yang paling dasar yang perlu kalian pahami dalam mempelajari suatu bahasa. Nggak mungkin dong kalian bisa mengucapkan bahasa Inggris dengan fasih tanpa paham bagaimana cara mengucapkan bunyi konsonan dan vokalnya secara baik dan benar, ya kan? Nah karena itulah, EB memulai sesi belajar kali ini dengan mengenalkan bunyi-bunyi tersebut.

Perlu diingatkan bahwa kita sedang tidak mempelajari konsonan dan vokal yang terdapat pada jajaran huruf-huruf alfabetis seperti a,b,c,d,e,f,g,h,i,j, dst., melainkan mempelajari BUNYI nya. Kita akan mempelajari bagaimana huruf-huruf alfabetis itu dibunyikan atau diucapkan. Nah bunyi-bunyi ini nantinya diberi simbol, istilah gaulnya, fonetik (phonetic). Dalam memperkenalkan simbol fonetik dari konsonan dan vokal bahasa Inggris, EB mengacu pada standar fonetik BBC Pronunciation atau Received Pronunciation (Pengucapan yang Diterima), bukan IPA (International Phonetic Alphabet). Hal ini dikarenakan BBC atau RP adalah standar pengucapan British English atau Bahasa Inggris a la orang Inggris, bukan a la orang Amerika (American English) atau a la orang Australia (Australian English). Mungkin kalian agak bingung mengapa bahasa Inggris ada “a la” nya segala. Hal itu dikarenakan dialek tiap-tiap negara pemakai bahasa Inggris yang berbeda. Mungkin pengucapan bahasa Inggris yang sering kalian dengar adalah pengucapan bahasa Inggris a la orang Amerika. Hal ini tak bisa dipungkiri karena banyak penyiar berita atau film-film Hollywood yang orang-orangnya menggunakan American English (ya iyalah secara film-film Hollywood kan buatan Amerika, hehehe..). Nah kalau kalian penasaran dengan Bahasa Inggris a la orang Inggris asli (British English), coba tonton film Harry Potter. Disitu kita bisa lihat perbedaan dialeknya. Ngga nemu perbedaannya? Ngga apa apa, nanti lama-lama juga bisa bedain, hehee..

Aduh, kebanyakan basa-basi nih kayaknya. Langsung aja ya. Nah, di dalam bahasa Inggris, terdapat 12 bunyi vokal dan 25 bunyi konsonan.

Bunyi vokal Bahasa Inggris

                                Bunyi Vokal Bahasa Inggris

Bunyi Konsonan Bahasa Inggris

                            Bunyi Konsonan Bahasa Inggris

Nah, begitulah kira-kira penjelasannya. Agar Breezers tidak bingung, sebaiknya kalian membuka kamus Oxford Pocket Dictionary atau Oxford Advance Dictionary. Kamus Cambridge juga boleh. Di sana terdapat simbol fonetik yang dijelaskan di atas. Jadi kesimpulannya, simbol-simbol fonetik tersebut membantu kalian dalam mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Inggris dengan baik dan benar, bukan sembarangan ngucapin. So, biar lebih pede casciscusnya, sering-seringlah buka kamus yang EB sebutkan tadi untuk mengecek apakah pengucapan kalian benar atau salah, oke?

Cukup sekian materi belajar kali ini. Di kesempatan selanjutnya, EB akan membahas kelas kata (word classes) dalam Bahasa Inggris. Ini adalah materi dasar kedua setelah Bunyi Vokal dan Konsonan dalam Bahasa Inggris.

 

Salam Hangat,

EB